MAN 5 AGAM
Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed
  • Home
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi Dan Misi
    • Tujuan
    • Strategi
    • Motto
    • Fasilitas
  • Photo

Menggali keunikan budaya lokal P5P2RA MAN 5 Agam mengangkat tema "Sumbang Duo Baleh"

MAN 5 AGAM Januari 20, 2024 Tidak ada komentar
Agam,humas 20 januari 2024

Salah satu kebudayaan daerah di Indonesia adalah budaya Minangkabau yang dianut oleh masyarakat Minang sejak dahulu hingga sekarang.Minangkabau merupakan salah satu budaya yang menganut sistem kekerabatan Matrilineal. Sistem matrilineal adalah sistem kekerabatan yang berasal dari pihak ibu.Oleh sebab itu, wanita Minangkabau dituntut untuk menempatkan perannya sebagai wanita yang istimewa.Salah satu aturan yang diterapkan pada wanita Minang adalah "Sumbang Duo Baleh"

Sumbang duo baleh adalah aturan tidak tertulis dalam adat Minang yang berisi tentang tata krama dan sopan santun. Di dalamnya termuat 12 aturan dan larangan yang harus ditaati oleh setiap perempuan Minang. Apabila mereka melanggar, maka hukuman malu tidak hanya ditanggung kepada dirinya sendiri, melainkan juga ibu dan keluarganya.
Kegiatan P5P2RA (proyek penguatan profil pelajar Pancasila) pada dasarnya membentuk pelajar yang berkarakter dan berperilaku nilai-nilai Pancasila. Kegiatan P5P2RA ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitarnya, salah satunya adalah kearifan lokal yang terdapat di wilayahnya. Kehadiran peserta didik di lingkungan wilayah tempat tinggalnya dapat memberikan kontribusi penting bagi perkembangan budaya yang mencerminkan kearifan lokal.

Meskipun lebih ditujukan buat siswa perempuan, materi  ini juga diikuti siswa laki-laki. Karena sesungguhnya sumbang duo baleh juga berlaku bagi laki-laki dalam pergaulan sosial di tengah masyarakat Minangkabau. Makna dari implementasi materi  ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa sejak dini tentang aturan dan tata krama dalam pergaulan sosial di Minangkabau. Sumbang duo baleh ditujukan terutama untuk perempuan Minang. Hina mulianya suatu kaum tergantung pada perempuan dalam kaumnya. Kalau perempuan mendapat malu berarti telah mempermalukan kaum dan suku, keluarga dan mamak.Oleh sebab itu perempuan Minang perlu mengetahui sejak dini kedua belas sumbang tersebut.


Untuk kegiatan P5P2RA  kelas fase E kali ini MAN 5 Agam mengangkat tema sumbang duo baleh,pemateri untuk kegiatan kali di ketuai oleh Yuni Elfida dengan anggota Jonilizar,Yurna Elizar,Cry Nona Delly Martha dan Meiriza Nitra,para pemateri ini menyampaikan materi sumbang duo baleh sesuai dengan keahlian masing-masing.Kegiatan ini dimulai dari jam 08.00 - 14.45 wib. Para pemateri menyampaikan isi sumbang duo baleh yang wajib di ketahui oleh semua siswa,sumbang duduak (Duduk), Sumbang Tagak (Berdiri), Sumbang Bajalan (Berjalan), Sumbang Bakato (Berkata-kata).Sumbang selanjutnya adalah Sumbang Mancaliak (Melihat), Sumbang Makan (Makan), Sumbang Bapakaian (Berpakaian), Sumbang Karajo (Bekerja), Sumbang Tanyo (Bertanya), Sumbang Jawek (Menjawab), Sumbang Bagaua (bergaul) dan Sumbang Kurenah (tingkah laku).

Dengan mengetahui dan memahami makna dari Sumbang Duo Baleh ini diharapkan siswa MAN 5 Agam Dapat menjaga diri untuk tidak berprilaku sumbang dalam kehidupan, mengajak siswa lain untuk tidak berprilaku sumbang dalam kehidupan dan diharapkan sebagai generasi minang akan mensosialisasikan nilai nilai yang terkadung dalam sumbang duo baleh.Untuk praktek P5P2RA sumbang duo baleh di buatkan dalam bentuk  film singkat sebanyak 12 tim dimulai pada bulan Februari mendatang,tegas Yuni Elfida.

( adek).



 











Share:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
MAN 5 AGAM
Lubuk Basung, Agam Sumatera Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • ►  2020 (9)
    • ►  November (7)
    • ►  Desember (2)
  • ►  2021 (8)
    • ►  Januari (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2022 (38)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  September (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Desember (9)
  • ►  2023 (33)
    • ►  Januari (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  November (2)
  • ▼  2024 (10)
    • ▼  Januari (3)
      • SATLANTAS Polres Agam sosialisasi kan larangan pen...
      • Ahmad Fauzi Wali Nagari Salareh Aia,berikan motiva...
      • Menggali keunikan budaya lokal P5P2RA MAN 5 Agam m...
    • ►  Februari (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  April (3)

Pengikut

Copyright © MAN 5 AGAM | Powered by Blogger